Langsung ke konten utama

Hei Laut



Hei laut...
Aku hendak mengayunkan surat botol kali ini... 
Untuk seseorang yang tak mampu kusebutkan namanya... 
Untuknya yang masih terkenang dalam hati tanpa berhenti...
Aku mengingatnya... Banyak-banyak...

Hei laut... 
Aku mengerti surat ini takkan pernah sampai pada penerimanya... 
Aku hanya iseng, mengusik ombakmu yang teratur...
Memberi ruang pada dadaku sendiri untuk tumpah di pangkuanmu... 

Rasanya sesak... Kenapa bisa begitu, ya?
Seperti harmoni yang menggema sekaligus keras menghantam bagian diriku di sini...
Iya, di sini... Di tengah-tengah hati... 

Padahal aku tak pernah menyengaja untuk menyimpan ingatan tentangnya...
Namun, ia tak lelah juga untuk tinggal. Tetap tinggal di sini... 
Iya, di sini... Di tengah-tengah hati...

Hei laut... 
Jika ombakmu setenang itu...
Lantas kapan pikiranku bisa setenang dirimu?


Ditulis, 22 November 2024
Tambung, 18:20 WIB


Komentar