Langsung ke konten utama

Beralih


Mari beralih dari bersenang-senang menjadi sekadar senang

Aku tidak ingin memiliki teman yang mendadak jadi musuh, pun tak ingin membenci sikapmu

Tolong bawa pergi hatimu, jangan lagi mendekap perasaanku 

Aku tak bisa terus-menerus menjadi bodoh dengan kamu yang mendadak datang, lalu pergi berhari-hari

Aku tak ingin berulang-ulang menempatkan diri hanya di sudut hatimu, tanpa menjadi prioritas

Izinkan aku pergi, biarkan kita beralih menjadi teman yang saling menyenangi, namun tidak lagi bersenang-senang di atas kenyataan yang tak mungkin dipungkiri

Mari kembalikan jabat tangan kita menjadi hangat tanpa perlu saling memeluk kesepian

Sebab sebenarnya, kita tak benar-benar sunyi

Orang-orang yang sengaja tak kita ingat, mereka ada untuk menyemangati

Orang-orang yang sengaja tak kita ingat, mereka ada untuk menawarkan senyum

Orang-orang yang sengaja tak kita ingat, mereka ada untuk menabur cinta


Kita sajalah yang ego... 
Jadi, mari beralih... Aku terlampau letih untuk berpura-pura lagi.



Tambung, 18:17 WIB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cemas

  Aku selalu ingin mengutarakan rindu, namun cemas dengan ketidakpercayaanmu.  Selalu ingin mengatakan mau memelukmu, namun cemas dengan kenyataan. Tak pernah segila ini. Bahkan tak ada satu pun alasan mengapa hati memilih kamu. Aku selalu ingin bertanya apa kesibukanmu sekarang, namun takut mengganggu. Selalu ingin berbincang lewat udara, namun takut kau merasa tak nyaman. Tak pernah sebodoh ini. Bahkan sering kupukuli kening sendiri, mengapa harus mengingat kamu. Kamu perlu tahu, melebihi dari penjelasan apa pun, inilah caraku menyayangimu. Ditulis, 20 Oktober 2024 Tambung, 20:37 WIB

Duluan ke Surga, ya...

Senin, 17 Juni 2024 adalah pertama kalinya kami mengirimkan doa sekaligus harapan ke surga, bersamaan dengan raya-Nya, Idul Adha. Seekor sapi cukup usia, meski tidak terlalu gagah, telah kami persembahkan kepada-Nya. Bersyukur, sembari berharap tahun depan bisa kembali mengulang hal yang sama, bahkan lebih dimampukan lagi untuk menambah jumlahnya.  Entah bagaimana harusnya saya menulis ini, namun saya berpikir bahwa kemarin adalah situasi yang cukup mengharukan. Menyaksikan seekor sapi yang tadinya berdiri tegak, lantas membaringkan dirinya seakan siap diantar menuju Tuhan. Sepasang mata yang katanya beringas, menjadi teduh dan terpejam selepas bilahan pisau menyayat jalan napasnya.  Bersyukur sekali... Tuhan beri kesempatan ini.  Semoga di tahun berikutnya, kesempatan itu kian menambah keikhlasan kami juga. Amin... Tambung, Pamekasan.  21.31 WIB

Setelah Menjadi Guru

Setelah menjadi seorang guru, aku menyadari bahwa senyuman yang bahagia itu bermakna bagi mereka. Anak-anak yang datang dengan mimpi berbeda, namun tetap pada titik yang sama: juga bahagia. Setelah menjadi seorang guru, aku menyadari bahwa perasaan kami tidaklah penting, yang prioritas adalah keriangan mereka. Anak-anak, yang duduk di dalam kelas, berharap belajar penuh senang.  Setelah menjadi seorang guru, aku tahu bahwa pendidikan memang penting, namun memastikan mereka memaknai hidup dengan berbuat baik sebanyaknya, menyampaikan bahwa adalah soal memberi dan mensyukuri, soal menghormati perasaan orang lain, adalah jauh lebih penting lagi.  Kutanggalkan semua kegundahan atas urusan pribadi, agar mereka hanya tahu, bahwa kami bahagia menjadi guru... Tambung, 18:13 WIB.