Aku lebih mudah tertawa di depan banyak orang daripada menangis sendirian
Sering berpikir bahwa menangis adalah hal yang membuang waktu
Tetapi, ketika segalanya tiba untuk meledak
Maka menangis dalam hitungan detik tidaklah cukup, tak jarang iramanya mirip anjing kesakitan
Sesak dan penat menjadi komponen homogen yang tidak terpisah
Aku lebih mudah berdamai dengan keadaan daripada mengeluh karena lelah atas semuanya
Sering berpikir tentang kenyamanan perasaan orang lain daripada kesenangan sendiri
Tetapi, ketika segalanya tiba untuk berdentum
Maka berteriak tidaklah cukup untuk menyelesaikan penuhnya kekesalan dalam hati
Segalanya jadi rapuh, dan aku hanya menginginkan sebuah pelukan tanpa dikomentari
Kadang aku berpikir, kenapa harus sekompromi ini?
Sementara aku punya pendapat sendiri
Tapi, demi berdamai dengan keadaan, demi tetap mendinginkan situasi
Tetap saja yang kupilih hanya tersenyum
Hingga orang selalu menganggapku manusia tanpa masalah
Saat itu kusimpulkan, bahwa berdamai tidaklah mudah
Jika bukan Tuhan yang turut berperan
Tambung, 07:11 WIB
Komentar
Posting Komentar