Langsung ke konten utama

Berdamai Tidaklah Mudah




Aku lebih mudah tertawa di depan banyak orang daripada menangis sendirian

Sering berpikir bahwa menangis adalah hal yang membuang waktu

Tetapi, ketika segalanya tiba untuk meledak

Maka menangis dalam hitungan detik tidaklah cukup, tak jarang iramanya mirip anjing kesakitan

Sesak dan penat menjadi komponen homogen yang tidak terpisah


Aku lebih mudah berdamai dengan keadaan daripada mengeluh karena lelah atas semuanya

Sering berpikir tentang kenyamanan perasaan orang lain daripada kesenangan sendiri

Tetapi, ketika segalanya tiba untuk berdentum

Maka berteriak tidaklah cukup untuk menyelesaikan penuhnya kekesalan dalam hati

Segalanya jadi rapuh, dan aku hanya menginginkan sebuah pelukan tanpa dikomentari


Kadang aku berpikir, kenapa harus sekompromi ini?

Sementara aku punya pendapat sendiri

Tapi, demi berdamai dengan keadaan, demi tetap mendinginkan situasi

Tetap saja yang kupilih hanya tersenyum 

Hingga orang selalu menganggapku manusia tanpa masalah


Saat itu kusimpulkan, bahwa berdamai tidaklah mudah

Jika bukan Tuhan yang turut berperan



Tambung, 07:11 WIB

Komentar