Langsung ke konten utama

Tangan Kecil

 


Perjalanan menuju sekolahnya adalah momentum yang mengharukan. Sebenarnya dia hanya akan diam, tidak bicara kecuali kuajukan pertanyaan. Namun, hal sederhana yang dilakukannya sepanjang jalan adalah memainkan kain hijabku. 

Tanpa disadari, itu membuatku sungguh bermakna sebagai ibunya. 

Hati mendadak melambung dan terharu, menganggapnya masih menjadikanku wanita paling difavoritkan. 

Anakku, maafkan ibu. 

Bila sejauh ini belum mampu menjadi ibu yang baik bagimu. 

Maafkan... 



Ditulis, 23 Oktober 2024
Tambung, 03:34 WIB

Komentar