Nampaknya selama ini aku tak benar-benar memahami radar darimu: untuk tidak sampai ada rasa!
Anehnya, selepas kau kirimkan radar itu, justru langkahmu mendekapku lebih palung. Membuatku bingung.
Gilanya, setelah itu kau lempar jauh kebimbangan ini seakan tak ingin dekat lagi.
Aku atau kamu yang cemas?
Tak mampu menghadapi isi hati sendiri?
Sempat kutenggelamkan seluruh kepala agar ingatan itu hilang. Nyatanya kamu ikut terbenam, wajahmu berdiam di dasar.
Tetap kucoba untuk tenang.
Aku hanya bisa memaafkan pelan-pelan.
Menerima keadaan ini sendiri, merevisi semua tentang kamu. Tinggal menunggu waktu, sampai kelegaan itu lahir, dan kuanggap kamu bukan manusia jahat lagi.
Ditulis 17 Oktober 2024
Tambung, 04.40 WIB
Komentar
Posting Komentar