Langsung ke konten utama

Papa


 

Papa, aku memelukmu dalam ingatan

Entah bagian mana dari siluetmu yang kurekam

Aku hanya merasa dekapanmu begitu hangat


Papa, aku menyebutmu dalam sajak doa

Kepada Tuhan kusebut lembut nama kecilmu

Semoga kelak kita memiliki waktu untuk bercengkrama


Papa, aku mengenangmu lewat aksara

Lembar demi lembar puisi kupersembahkan

Segala isinya tentang harapan baik buatmu 


Papa, telah sekian tahun hidup tanpamu

Bukan berarti kau tak ada di hatiku


Puteri kecil yang dulu kau raih dengan sepasang tangan

Barangkali saat ini tak lagi mampu kau gendong di ayunan

Aku telah remaja, dan kau masih menjadi cinta pertama

Selamanya...


Demi puterimu... gadismu... 

Datanglah untuk merangkulku sekali saja



Ditulis 28 Oktober 2024

Tambung, 21:31 WIB


Komentar