Papa, aku memelukmu dalam ingatan Entah bagian mana dari siluetmu yang kurekam Aku hanya merasa dekapanmu begitu hangat Papa, aku menyebutmu dalam sajak doa Kepada Tuhan kusebut lembut nama kecilmu Semoga kelak kita memiliki waktu untuk bercengkrama Papa, aku mengenangmu lewat aksara Lembar demi lembar puisi kupersembahkan Segala isinya tentang harapan baik buatmu Papa, telah sekian tahun hidup tanpamu Bukan berarti kau tak ada di hatiku Puteri kecil yang dulu kau raih dengan sepasang tangan Barangkali saat ini tak lagi mampu kau gendong di ayunan Aku telah remaja, dan kau masih menjadi cinta pertama Selamanya... Demi puterimu... gadismu... Datanglah untuk merangkulku sekali saja Ditulis 28 Oktober 2024 Tambung, 21:31 WIB