Lelaki itu mengenakan topi yang kini tak lagi dibuatnya miring, melainkan tegak simetris dengan sisi tengah wajahnya. Terlihat lebih rapi. Tampak berbeda dari biasanya yang selalu berantakan.
Lelaki itu, tidak lagi kukenali karena cinta, melainkan sebab telah melegakan hati sendiri.
Betapa indah rasanya, telah mampu berterima kasih pada diri ini, untuk tetap menjaganya hanya dalam doa, tanpa perlu menyinggung secuil apapun bagian dari tubuhnya.
Dia pantas untuk rapi, menata ulang hidupnya, tanpa perlu ada aku.
Terima kasih...
Tambung, 20:14 WIB

Komentar
Posting Komentar