Langsung ke konten utama

Tentang Luka




Kupikir, luka hanya memberi kepedihan. Lebih dari itu, hadiahnya adalah ketangguhan sebab belajar untuk terus bertahan. Luka tidaklah sejahat itu. Di balik perjalanannya yang menyakitkan, ia hadir sebagai guru terbaik yang hadiahnya berupa kesabaran. Aku menjadi lebih kuat. 

Seseorang yang menyakiti, ah tidak, mereka tak pernah berniat demikian. Kitalah yang menganggap bahwa manusia terlalu jahat. Hati yang tak jernih, lantas melimpahkan alasan kesedihan karena perilaku orang lain. 

Mereka tidaklah jahat. Mereka datang untuk mengajak kita belajar menangis, sekaligus tegak pada prinsip untuk melepaskan. 

Maaf, jika selama ini aku melabeli dirimu sebagai orang jahat itu. Kini tidak lagi. Apapun yang kamu lakukan, semata memang karena kamu menghendakinya, bukan karena berniat buruk padaku. 

Luka dan kamu, adalah sepasang peri terbaik yang mengajakku perlahan menyadari, bahwa hidup adalah tentang berserah dan mengikhlaskan. 


Tambung, 04:55 WIB

Komentar