Langsung ke konten utama

Saya Tidak Berjanji Untuk Selalu Mengingatnya


Saya tidak berjanji untuk selalu mengingatnya. Namun, saya juga tidak berjanji untuk melupakannya begitu saja. Jika dibilang perih, tentu. Bahkan, seringkali mendadak meneteskan airmata tanpa sengaja. Entah apa karena redaksinya yang menyakiti, atau manusia itu yang memang tak henti mencaci. Di bagian mana yang paling sakit, yang jelas hinaannya tidaklah sama dengan kenyataan. 

Akan tetapi, membela diri pun terasa tidak berarti. Saya tidak ingin membaikkan diri sendiri, lalu berlagak sebagai korban dan menjatuhkan kesalahan padanya. 

Saat ini, saya hanya berharap, hinaan itu kembali pada dirinya. 

Dia merasakan apa yang dihinakan dari mulutnya. 

Dia melalui hal yang buruk yang dilontarkannya. 




Tambung, 03:54 WIB

Komentar