Aku hanya akan kalah bila terus mendengarkan lontaran orang yang tidak menyejukkan. Aku hanya akan sakit bila tetap saja membuka telinga dari ucapan-ucapan yang tidak baik.
Aku menyerah saja... Menutup telingaku dengan sepasang tangan, lalu meminta mata ini untuk mengatup sendiri. Diam. Tidak berkomentar apapun. Biarkan mereka bicara hingga lelah, dan aku akan terus melangkah tanpa perlu menghiraukan lagi.
Kadang, aku merasa perlu tetap bersembunyi dari keramaian, untuk diam-diam menangis. Namun, aku sadar bahwa manusia memang perlu menangis. Sesekali. Tidak apa jika dia memperlihatkan tangisannya, tanpa perlu terus berpura-pura tertawa.
Jadi, bolehkah jika aku tak sembunyi lagi?
Dari rasa sakit atas lontaran buruk itu? Aku lelah, bila senantiasa tertawa dan berlagak baik-baik saja.
Tambung, 00.00 WIB

Komentar
Posting Komentar