Langsung ke konten utama

Mini Cerpen - Ayah yang Terbaring


Musim sedang terik-teriknya. Setangkup roti hangat yang disandingkan dengan secangkir kopi menambah tempertatur udara semakin hangat. Aku sedang duduk di samping Ayah, yang terbaring sudah dua tahun lamanya. 


Ayah.... 
Sakit yang membuatmu harus bersabar ini seakan menaikkan kompetensi kesabaranku juga. Harus buru-buru cepat pulang demi mengganti diaper yang kau gunakan. Tak pernah lagi bermain dengan teman-teman di sore hari sebab khawatir akan Ayah bila memerlukan bantuan. 


Ayah...

Hari ini adalah kesekian waktu dari kita yang selalu tinggal berdua. Hari dari sekian masa yang dihabiskan bersama berbalut ketabahan. Aku sungguh belajar banyak hal. Dari satu sosok yang mungkin hanya mampu berbaring, namun mengaliri ribuan cara untuk berkompromi dengan hati sendiri. 


Cepat sembuh....

Ayahku....



(Mini cerita ini ditulis saat kegabutan di ruang guru, hari ketiga sebagai manusia baru di SMAN 2 Pamekasan.)


Salam, Kiki Lathif. 

07 Mei 2024, 13.20 WIB

Komentar