Beberapa hari lalu, 03 Agustus 2024, saat tiba sekitar pukul 4 sore di SPBU Utama Raya, mendadak terpikir untuk tidak melanjutkan niat bermain di pantai jelang senja, melainkan berlari menuju tepian jalan menunggu bus datang. Dalam kepalaku hanyalah satu: AKU HARUS PULANG!
Kedua mata ini sempat berlinang, memikirkan apakah masih ada waktu di kemudian hari untuk menatap sepasang malaikat yang telah membesarkanku? Oleh karenanya aku tetap memilih pulang, saat itu juga.
Terasa sangat tidak sabar menunggu bus yang tidak juga datang. Sementara sudah membuat janji dengan adik, untuk dijemput di titik tertentu, pun tak usah mengabarkan pada malaikatku, bahwa anak gadis yang kini jugalah seorang ibu, akan pulang tiba-tiba.
Entah bagaimana harus menjelaskannya. Rindu sebab keadaan kami yang tak lagi tinggal bersama membuat sedikit saja kesempatan bertemu begitu bermakna. Aku merasa kesempatan itu tak boleh disia-siakan, sekalipun tak sampai 24 jam bertemu dan menatap mereka, juga hanya berbincang ringan tanpa perlu membahas hal penting apalagi mendebarkan.
Aku sangat bersyukur. Bapak dan Ibu baik-baik saja. Mereka sehat-sehat saja. Kami masih bisa tertawa bersama, tersenyum renyah dengan lelucon kecil yang barangkali tidak memiliki makna.
Tuhan, terima kasih atas kesempatan pulang kemarin. Kalau bukan karena Engkau yang mentakdirkan, maka pertemuan kami takkan pernah terjadi.
(Menyempatkan pulang saat study tour ke SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo)
Ditulis malam hari, pukul 22.18 WIB.
Tambung, Pamekasan.

Komentar
Posting Komentar