Kamu seperti anomali luka Telah kuobati lewat waktu yang begitu lama Namun, sering kamu hadir berupa ingatan Yang menghubungkanku dengan kenangan kita Dulu.... Kamu seperti anomali luka Sudah kusingkirkan susah payah Melampaui banyak hal untuk mengalihkan sedihnya Sayangnya, kamu mendadak datang lagi Kali ini... Aku pernah menulis surat Mengirimkannya lewat udara Mendeskripsikan rindu yang tak terukur Untuk kamu yang tak pernah membalasnya Dulu... Aku pernah mengapungkan sebotol surat berbeda Menitipkannya pada lautan Masih menjelaskan rindu yang tak terhitung Untuk kamu yang tak pernah pula membacanya Hingga hari ini... Kamu adalah anomali luka Selalu punya tempat sendiri untuk datang Dan mengetuk ingatan sederhana Tentang cinta pertama Selebihnya, air mataku meretas pelan Membentur takdir kita yang tak pernah bersama 31 Mei 2025 Tambung, 13:59 WIB