Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Anomali Luka

Kamu seperti anomali luka Telah kuobati lewat waktu yang begitu lama Namun, sering kamu hadir berupa ingatan Yang menghubungkanku dengan kenangan kita Dulu.... Kamu seperti anomali luka Sudah kusingkirkan susah payah  Melampaui banyak hal untuk mengalihkan sedihnya Sayangnya, kamu mendadak datang lagi Kali ini... Aku pernah menulis surat  Mengirimkannya lewat udara Mendeskripsikan rindu yang tak terukur  Untuk kamu yang tak pernah membalasnya Dulu... Aku pernah mengapungkan sebotol surat berbeda Menitipkannya pada lautan Masih menjelaskan rindu yang tak terhitung Untuk kamu yang tak pernah pula membacanya Hingga hari ini... Kamu adalah anomali luka Selalu punya tempat sendiri untuk datang  Dan mengetuk ingatan sederhana  Tentang cinta pertama Selebihnya, air mataku meretas pelan Membentur takdir kita yang tak pernah bersama 31 Mei 2025 Tambung, 13:59 WIB

Lelah

  Kalau saja aku bisa menggerakkan pikiran semudah kugiring jemari hendak mengetikkan kata, akan kupinta ia untuk menghapus segala ingatan tentang kamu.  Aku yang bukan takdirmu, tak pernah kupersoalkan itu. Ini tentang mengatasi kecemasanku sendiri. Mengobati kepedihanku sendiri. Mengusir penyesalanku sendiri.  Tiap kali kita berdebat, selalu saja berujung dengan penat yang kuciptakan di dada.  Hubungan ini sungguh melelahkan...  31 Mei 2025 Tambung, 13:44

Aku (Tidak) Baik-baik Saja

Aku ingin selalu berpura-pura baik-baik saja. Berperan senantiasa bahagia. Berlagak seperti tak terjadi apa-apa. Setelah 18 tahun, ternyata definisi mencintai sederhana masih jatuh di 'kamu'.  Pertemuanku dengan banyak orang, nyatanya menawarkan cinta yang tak lagi memiliki arti serupa. Cinta yang menghargai pertemuan, menikmati waktu bersama dengan hanya berbincang, menapaki jalanan tanpa bergandeng tangan, menikmati keluguan dan remaja yang tidak terulang.  Ternyata, siluet tentang postur punggungmu yang kukenal itu, masih menjadi pemenang dalam hal menghargai cinta.  A'...  Akhir-akhir ini aku mengenal seseorang yang mengatakan cinta di usia tak lagi muda. Menawarkan bahagia dan kisah lain yang mungkin memegahkan hati. Memberikan makna cinta jauh berbeda darimu yang dulu kudapatkan.  Akhir-akhir ini, aku merasa menyesali banyak hal. Merasa melukai diriku dan banyak orang. Aku merasa tak mengenali tubuh sendiri. Merasa asing dengan caraku berpikir.  Aku k...

Dengan atau Tanpa

Aku datang sebagai sosok yang paling menarik bagimu. Sebagai manusia yang menurutmu sangat menyenangkan.  Saat ini... Entah situasi kita akan bertahan sampai kapan, tak mampu kuprediksi. Tapi, setidaknya aku jadi tahu, bahwa ada seseorang yang juga menyenangkan untuk kuajak lama-lama berbincang. Tanpa alasan yang kuat, cukup merasa kita bahagia jika berdua.  Kamu, tetaplah menjadi dirimu yang baik demikian. Jangan pernah berubah sekalipun kita tak lagi menjadi kita seperti sekarang.  Barangkali nanti, aku dan kamu adalah sepasang orang asing yang tak menoleh meski berpapasan. Barangkali nanti, aku dan kamu adalah sepasang orang asing yang cukup hanya dengan mendoakan.  Barangkali nanti, aku dan kamu adalah sepasang orang asing yang mengupayakan masa depan dalam perbedaan.  Tidak apa-apa! Sungguh tidak apa-apa! Dengan atau tanpaku, kamu harus bahagia.  Dengan atau tanpamu, aku harus baik-baik saja.  Selamat malam, Cahaya !  Duko Timur, 22:39 WIB