Pembersih lantai dari ecoenzyme adalah
solusi ramah lingkungan yang dibuat melalui proses fermentasi bahan-bahan alami
seperti sisa-sisa buah, sayur, atau limbah organik lainnya. Proses fermentasi
ini melibatkan bakteri yang menghasilkan enzim, yang kemudian dapat digunakan
sebagai pembersih multi-guna. Ecoenzyme ini dapat digunakan untuk membersihkan
lantai, permukaan dapur, kamar mandi, dan bahkan digunakan sebagai bahan
pembersih untuk mencuci piring.
Keunggulan utama dari ecoenzyme adalah sebagai berikut:
Ramah Lingkungan: Ecoenzyme terbuat dari bahan-bahan alami dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti yang sering ditemukan dalam pembersih komersial. Ini membuatnya lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
Biodegradable: Ecoenzyme dapat terurai secara alami oleh lingkungan setelah digunakan, tidak meninggalkan residu berbahaya.
Ekonomis: Ecoenzyme dapat dibuat dari bahan-bahan sisa yang biasanya dibuang, seperti sisa buah atau sayur. Hal ini membuatnya menjadi solusi pembersih yang ekonomis.
Multifungsi: Selain digunakan untuk membersihkan lantai, ecoenzyme juga dapat digunakan untuk membersihkan berbagai permukaan lain di rumah.
Pengurangan Limbah: Dengan membuat ecoenzyme dari bahan-bahan organik yang biasanya dibuang, kita dapat mengurangi jumlah limbah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.
Berikut adalah langkah-langkah umum
untuk membuat pembersih lantai dari ecoenzyme:
Alat dan bahan yang dibutuhkan: Sisa-sisa buah dan sayur (seperti kulit jeruk, sisa-sisa apel, wortel yang sudah tidak layak konsumsi), gula atau gula merah, air, botol atau wadah kaca yang bersih dengan penutup yang dapat dilepas serta saringan atau kain kasa.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
Persiapan Bahan: Kumpulkan sisa-sisa buah dan sayur yang sudah tidak terpakai lagi atau hendak dibuang. Anda dapat menggunakan berbagai macam sisa-sisa organik, seperti kulit jeruk, sisa-sisa apel, wortel, dll. Potong-potong bahan tersebut menjadi potongan kecil agar lebih mudah terurai.
Campur Bahan: Masukkan potongan-potongan buah dan sayur ke dalam botol atau wadah kaca. Tambahkan gula atau gula merah ke dalam wadah tersebut. Perbandingan antara sisa-sisa organik dan gula biasanya adalah 1:3 atau 1:4, tetapi Anda dapat menyesuaikannya sesuai dengan preferensi Anda. Tujuan penambahan gula adalah untuk memberikan sumber karbohidrat bagi bakteri dalam proses fermentasi.
Tambahkan Air: Setelah itu, tambahkan air ke dalam wadah hingga mengisi wadah hingga penuh. Pastikan semua bahan terendam di dalam air. Jangan mengisi wadah terlalu penuh karena proses fermentasi akan menghasilkan gas.
Tutup dan Tandai Wadah: Tutup wadah dengan rapat menggunakan penutup yang dapat dilepas. Beri label atau tandai wadah dengan tanggal pembuatan. Proses fermentasi biasanya memakan waktu sekitar 3 bulan hingga 6 bulan tergantung pada kondisi lingkungan.
Fermentasi: Simpan wadah di tempat yang gelap dan sejuk. Agar proses fermentasi berjalan lancar, wadah dapat diaduk atau diguncang secara berkala. Hal ini membantu distribusi bakteri dan enzim dalam campuran.
Penggunaan: Setelah proses fermentasi selesai, saring campuran ecoenzyme menggunakan saringan atau kain kasa untuk memisahkan cairan dari sisa-sisa organiknya. Ecoenzyme siap digunakan sebagai pembersih lantai. Campurkan ecoenzyme dengan air dalam perbandingan tertentu (biasanya 1:10 atau sesuai dengan kebutuhan) sebelum digunakan untuk membersihkan lantai.
Selamat mencoba membuat pembersih lantai dari ecoenzyme! Pastikan untuk mengikuti petunjuk dengan benar dan amati proses fermentasi secara berkala untuk hasil terbaik.
Link Produk: PRODUK Unggulan ECOENZYME
Referensi Artikel:
D.
S. Tan, S. T. Lee, & J. N. Bi (2016). The use of enzyme based cleaners in
the removal of stains. Journal of Chemistry and Chemical Engineering, 10(2),
111-115.
P. D. Martin, & S. G. Gilliland (2017). Enzymes in cleaning products: An overview. Journal of Chemical Education, 94(1), 3-10.
A.
P. L. Lim, C. P. Lim, & H. J. Low (2018). Production of eco-enzymes from
fruit waste for sustainable household cleaning. Waste Management &
Research, 36(6), 524-530.

Komentar
Posting Komentar